Bikin jaket dan kaos kualitas Distro
Kamis, 09 Mei 2013
sejarah kaos oblong / t- shirt
T- Shirt atau kaos oblong pada awalnya digunakan sebagai pakaian dalam tentara Inggris
dan Amerika pada abad 19 sampai awal abad 20. Asal muasal nama inggrisnya, ''T-shirt'', tidak diketahui secara pasti. Teori yang paling umum diterima adalah nama ''T-shirt'' berasal dari bentuknya yang menyerupai huruf "T", atau di karenakan pasukan [[militer]] sering menggunakan pakaian jenis ini sebagai "''training shirt''" [[Berkas:Kaos Wikimedia Bebaskan Pengetahuan.png|thumb|Kaos Wikimedia Bebaskan Pengetahuan]]
Masyarakat umum belum mengenal penggunakan kaos atau T-Shirt dalam kehidupan sehari-hari.
Bahkan, para tentara yang menggunakan kaos oblong tanpa desain ini pun hanya menggunakannya ketika udara panas atau aktivitas-aktivitas yang tidak menggunakan seragam. Ketika itu warna dan bentuknya (model) itu-itu melulu. Maksudnya, benda itu berwarna putih, dan belum ada variasi ukuran, kerah dan lingkar lengan
Awal kepopuleran
T-shirt alias kaos oblong ini mulai dipopulerkan sewaktu dipakai oleh [[Marlon Brando]]
pada tahun 1947, yaitu ketika ia memerankan tokoh Stanley Kowalsky dalam pentas teater dengan lakon “A Street Named Desire” karya Tenesse William di Broadway, AS. T-shirt berwarna abu-abu yang dikenakannya begitu pas dan lekat di tubuh Brando, serta sesuai dengan karakter tokoh yang diperankannya. dan film Rebel Without A Cause (1995) yang dibintangi James Dean.
Pada waktu itu penontong langsung berdecak kagum dan terpaku. Meski demikian, ada juga penonton yang protes, yang beranggapan bahwa pemakaian kaos oblong tersebut termasuk kurang ajar dan pemberontakan. Tak pelak, muncullah polemik seputar kaos oblong.
Polemik yang terjadi yakni, sebagian kalangan menilai pemakaian kaos oblong –
undershirt – sebagai busana luar adalah tidak sopan dan tidak beretika. Namun di kalangan lainnya, terutama anak muda pasca pentas teater tahun 1947 itu, justru dilanda demam kaos oblong, bahkan menganggap benda ini sebagai lambang kebebasan anak muda. Dan, bagi anak muda itu, kaos oblong bukan semata-mada suatu mode atau tren, melainkan merupakan bagian dari keseharian mereka.
Polemik tersebut selanjutnya justru menaikkan publisitas dan popularitas kaos oblong
dalam percaturan mode. Akibatnya pula, beberapa perusahaan konveksi mulai bersemangat memproduksi benda itu, walaupun semula mereka meragukan prospek bisnis kaos oblong.
Mereka mengembangkan kaos oblong dengan pelbagai bentuk dan warna serta memproduksinya secara besar-besaran. Citra kaos oblong semakin menanjak lagi manakala Marlon Brando sendiri – dengan berkaos oblong yang dipadu dengan celana jins dan jaket kulit – menjadi bintang iklan produk tersebut.
Mungkin, dikarenakan oleh maraknya polemik dan mewabahnya demam kaos oblong di
kalangan masyarakat, pada tahun 1961 sebuah organisasi yang menamakan dirinya “Underwear Institute” (Lembaga Baju Dalam) menuntut agar kaos oblong diakui sebagai baju sopan seperti halnya baju-baju lainnya. Mereka mengatakan, kaos oblong juga merupakan karya busana yang telah menjadi bagian budaya mode.
Menjadi tren anak muda
Demam kaos oblong yang melumat seluruh benua Amerika dan Eropa pun terjadi sekitar tahun 1961 itu. Apalagi ketika aktor [[James Dean]] mengenakan kaos oblong dalam film “[[Rebel Without A Cause]]”, sehingga eksistensi kaos oblong semakin kukuh dalam kehidupan di sana.
Perlahan namun pasti, T-shirt mulai menjadi bagian dari busana keseharian yang tidak hanya dipakai untuk daleman, tetapi juga menjadi pakaian luaran. Pada pertengahan tahun 50an, T-shirt sudah mulai menjadi bagian bagian dari dunia fashion. Namun baru pada tahun 60an ketika kaum hippies mulai merajai dunia, T-shirt benar-benar menjadi state of fashion itu sendiri.
Sebagai sebuah simbol (lagi-lagi) anti kemapanan, para hippies ini menggunakan T-shirt/kaos sebagai salah satu simbolnya. Semenjak saat itulah revolusi T-shirt terjadi secara total. Para penggiat bisnis menyadari bahwa T-shirt dapat menjadi medium promosi yang amat efektif serta efesien. Segala persyaratan sebagai medium promosi yang baik ada di T-shirt. Murah, mobile, fungsional, dapat dijadikan suvenir, dan seterusnya.
Disaat yang bersamaan, kelompok-kelompok tertentu macam hippies, komunitas punk,
atau organisasi politik, juga menyadari bahwa T-shirt dapat menjadi medium propaganda yang sempurna selain medium yang telah ada. Statement apapun dapat tercetak diatasnya, tahan lama, dan penyebarannya mampu melewati batas-batas yang tidak dapat dicapai oleh medium lain, seperti poster misalnya.
Dengan segala kesempurnaannya, T-shirt tidak lagi menjadi sederhana. Jelas, secara
fungsional benda tersebut masih berlaku sebagai sebuah sandang. Namun dibalik itu semua, Tshirt memiliki value yang melebihi dari fungsi dasarnya.
Desain T-Shirt yang terus berkembang sampai sekarang selaras dengan perkembangan manusia dan teknologi yang memang terus berkembang. Sejarah akan terus mencatat desain berbagai kaos seperti tie dye yang lekat dengan ''flowers generation'', komunitas punk yang lekat dengan T-Shirt sobek, polos bahkan dengan desain typohraphy yang mencolok, dan siapa yang tidak kenal dengan kaos I Love New York yang
fenomenal itu.
Dijadikan identitas pemakainya
Desain T-Shirt yang kemudian menjadi semacam aktualisasi pemakainya, bisa diramalkan
akan tetap terus digemari. Elemen desain berupa typohraphy yang sangat menarik dan penuh maksud sangat berpeluang diminati masyarakat. Apalagi perkembangan dunia konsumen yang sangat memanjakan aktualisasi pribadi. Siapa pun Anda, konsumen, pemilik perusahaan, manajeman band, atau siapapun, bisa dengan mudah menunjukkan siapa diri Anda hanya dengan memakai T-Shirt dengan desain typohraphy atau perpaduan elemen desain lain.
Pemakaian kaos dalam berbagai kesempatan memberikan juga peluang bagi para
desainer dalam berkarya. Fungsinya yang semakin melebar sangat bisa mendukung
perkembangan desain itu sendiri. Kreatifitas menggunakan medium T-Shirt dalam berkarya desain membuka peluang pemaknaan karya desain serta perluasan pengetahuan tentang desain pada masyarakat.
Berjamurnya clothing dan distro di kalangan bisnis modern adalah salah satu
kemajuan yang positif dalam dunia desain. Berbagai karya desain yang diimplementasikan dalam medium T-Shirt memberi warna bagi kehidupan, tidak hanya bentukan huruf tapi foto, karya desain yang dulu tidak memungkunkan untuk menggunakan media T-Shirt, kini semuanya menjadi mungkin. Namun, perkembangan yang demikian masif harus tetap juga disikapi dengan baik, kemasifan sesuatu hal terkadang menjadikan desain hanya sebagai produk instan yang tidak memperhatikan faedah-faedah desain, karena itulah pengetahuan desainer akan prinsip-prinsip desain sangat diperlukan.
Kaos oblong di Indonesia
Di Indonesia, konon, masuknya benda ini karena dibawa oleh orang-orang Belanda.
Namun ketika itu perkembangannya tidak pesat, sebab benda ini mempunyai nilai gengsi tingkat tinggi, dan di Indonesia teknologi pemintalannya belum maju. Akibatnya benda ini termasuk barang mahal.
Namun demikian, kaos oblong baru menampakkan perkembangan yang signifikan hingga
merambah ke segenap pelosok pedesaan sekitar awal tahun 1970.
Ketika itu wujudnya masih konvensional. Berwana putih, bahan katun-halus-tipis, melekat ketat di badan dan hanya untuk kaum pria. Beberapa merek yang terkenal waktu itu adalah Swan dan 77.
Ada juga merek Cabe Rawit, Kembang Manggis, dan lain-lain. Dan tren kaos oblong rupa-rupanya direkam pula oleh Kartunis GM Sudarta melalui tokoh Om Pasikom dan kemenakannya dengan tajuk “Generasi Kaos
Oblong” (Harian Kompas, 14 Januari 1978).
BACA JUGA ARTIKEL TENTANG REVOLUSI BUDAYA VISUAL T -SHIRT
JENIS RAJUTAN
1. SINGLE KNITT (Contoh. Combed 20'S, S nya adalah single knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan jarum single. Penggunaan hanya satu permukaan atau kaos tidak
bisa dibolak-balik (2 permukaan). Jenis rajutan rapat, bahan padat, kurang lentur (stratching). Sebagian
besar produk kaos polos yang ada di pasaran adalah memakai jenis rajutan Single Knitt.
2. DOUBLE KNITT (Contoh. Combed 20'D, D nya adalah double knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan Jarum Double sehingga penggunaannya bisa dibolak-balik (atas
bawah tidak masalah). Jenis rajutan tidak rapat, bahan kenyal, lembut, dan lentur. Produk kaos polos
yang biasa memakai rajutan jenis ini adalah pakaian untuk bayi (baby) dan anak-anak (Kid’s). Ada
sebagian orang menyebut bahan ini dengan sebutan Interlock.
3. LACOSTE
Pengertian teknisnya adalah rajutan texture / corak. Penggunaan tidak bisa dibolak-balik. Jenis rajutan
bertexture, bulat, kotak, atau menyerupai segitiga kecil-kecil. Sebagian orang ada yang menyebut bahan
ini Pique atau Cuti, dan hanya lazim digunakan untuk Polo Shirt atau Kaos Kerah.
4. STRIPER atau YARN DYE
Pengertian teknisnya adalah rajutan kombinasi benang warna (Yarn Dye). Penggunaan tidak bisa di
bolak-balik. Jenisnya bisa Single Knitt maupun Double Knitt. Finishing harus openset / belah. Orang
awam menyebut bahan ini dengan sebutan bahan salur / warna-warni. Biasa digunakan untuk produk
kaos dewasa (Pria, Wanita, T-Shirt, maupun Polo Shirt).
5. DROP NEEDLE
Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan variasi cabut jarum. Penggunaannya bisa di bolak-balik.
Jenis rajutan texture garis lurus vertikal, lembut, dan lentur. Produk kaos ini banyak digunakan untuk Rib
Leher (T-Shirt), Ladies T-Shirt Body Fit, dan kaos singlet.
Seperti yang kita ketahui, bahan dasar dari semua pakaian adalah benang. Untuk suatu benang menjadi
kain kaos, harus melalui proses dirajut atau knitting. Baik jenis benang maupun tipe rajutan pada kain
kaos berbeda-beda
JENIS-JENIS BENANG YANG SERING DI GUNAKAN UNTUK KAOS POLOS
Seperti yang kita ketahui, bahan dasar dari semua pakaian adalah benang. Untuk suatu benang menjadi
kain kaos, harus melalui proses dirajut atau knitting. Baik jenis benang maupun tipe rajutan pada kain
kaos berbeda-beda.
1. BENANG 20S.
Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 180 sampai
dengan 220 Gram/Meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.
2. BENANG 24S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 170 sampai dengan
210 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.
3. BENANG 30S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 140 sampai dengan
160 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 210 sampai dengan 230 Gram /
meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.
4. BENANG 40 S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 110 sampai dengan
120 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 180 sampai dengan 200 Gram /
meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt
Sabtu, 27 April 2013
Senin, 18 Februari 2013
Rumah Tahfidz Yatim & Dhuafa Al Falah Yogyakarta
Panti Asuhan Al Falah, atau bernama resmi Rumah Tahfidz Yatim & Dhuafa Al Falah baru berdiri 7 September 2012. Panti yang beralamat di Winong RT 13 RW 03 Kotagede Yogyakarta ini baru bisa menampung 8 anak. Hal ini disebabkan kondisi panti yang cukup “mungil” sehingga tidak memungkinkan kapasitasnya untuk menampung lebih banyak anak lagi.
Panti ini bisa dibilang belum ada fasilitas cukup maupun manajemen yang memadai. Saat awal pertama kita survey, belum ada fasilitas sama sekali. Kondisi ini membuat kita langsung tergerak untuk membantu, setidaknya pada awal Oktober, fasilitas yang ada hanya ada meja belajar, kasur dan ember itu semua adalah hasil bantuan dari Senyum Community. Bisa dibayangkan sebelumnyakan? Walaupun masih sangat minim fasilitas tapi panti ini mempunyai program hafal Al Quran (tahfidz) sehingga memberikan nilai sendiri.
Untuk saat ini, data informasi Panti Asuhan Al Falah antara lain :
Jumlah Anak Asuh
Jumlah anak asuh putra : 8 Jumlah anak asuh usia SD : 2
Jumlah anak asuh putri : - Jumlah anak asuh usia SMP : 6
Jumlah Total : 8
Jadwal Kegiatan Panti:
No.
|
Nama Kegiatan
|
Jadwal
|
| 1234 | Hafalan Quran/Fiqih Ibadah HafalanHafalan Quran/Fiqih IbadahHafalan Quran/Fiqih IbadahMuhasabah/Fiqih Ibadah | Ba’da AsharBa’da IsyaBa’da SubuhSebelum tidur |
No.
|
Nama Fasilitas
|
Jumlah
|
ket
|
1.
| Kamar Tidur | 2 | Ustadz 1, santri 1 |
2.
| Kamar Mandi | 1 | |
3.
| Aula | - | |
4.
| Mushola | - | |
5.
| Tenaga pengajar | 4 orang | Pengurus |
6.
| Ruang tamu | 1 | |
7.
| Perpustakaan | - | |
8.
| Buku | - | |
9.
| Papan tulis | 1 | |
10.
| Rak buku | - | |
11.
| Komputer | - | |
12.
| Ruang mengajar | - |
No.
|
Fasilitas Lain (Sebutkan)
|
Jumlah
| |
1.
| Meja belajar | 4 |
Cp : Ust Edo | 08526817362
nb : Karena panti tersebut belum mempunyai no rek sendiri untuk membantu panti ini bisa melalui Senyum Community, yang sekarang akan terus mendukung panti ini agar mandiri. Bantuan bisa melalui no rek khusus Senyum Community :
- Bank Mandiri Cab Katamso Yogyakarta 1370007480144 a.n Dwi Wahyu Arif Nugroho
- BNI Cab UGM Yogya 0225606051 a.n Dwi Wahyu Arif Nugroho
- BRI KCP UGM 216401001022502 a.n Dwi Wahyu Arif Nugroho
saat transfer sertakan kode donasi 020 contoh : 800.020 utk memudahkan alokasi program kita 
dan konfirmasi via sms ke 083867050055 dengan format : DONASI Al Falah_JUMLAH_ATAS NAMA_via BANK | Contoh : DONASI AlFalah_800.020_Eda Armega_BRI
tajwid digital
Bisa baca Al-Quran? belum tentu benar. Orang bodoh yang mau belajar dan terus belajar jauh lebih baik dari pada orang pintar yang berhenti belajar.Hanyalah orang-orang merugilah yang bila Allah berikan ilmu lalu ia terlalu berbangga-bangga terhadapnya sehingga ia merasa cukup dan tak perlu belajar lagi. Ia tak sadar akan banyaknya hal yang ia lewatkan yang belum ia ketahui.
Tajwid merupakan salah satu unsur terpenting bagi umat muslim dalam mempelajari Al-Quran. Kita secara tidak langsung memang diharuskan menguasainya. Bagi siapa saja yang kesulitan memperoleh waktu serta pembimbing dalam mempelajarinya. Kini kami berikan salah satu solusi yaitu Software Tajwid. Digitalisasi ilmu tajwid sangatlah paraktis sehingga dapat memungkinkan kita oprasikan kapan saja walau ditengah-tengah kesibukan yang padat sekalipun.
Software ini sisertai penjelasan cara membaca serta contoh-cotong baik berupa suara maupun tulisan.
Gratis !
Monggo didownload gan :
http://www.4shared.com/file/
Minggu, 17 Februari 2013
selamatkan masa ke- emasan anak dengan kaos muslim - oblong anak sholeh
Di usia emas (0-3) tahun anak membutuhkan banyak stimulus agar saraf-safaf di otaknya semakin berkembang sehingga kecerdasannya bisa optimal. Aktivitas yang tepat di usia ini akan mendukung perkembangannya kelak.
Beruntung karena kini sekolah anak usia dini makin banyak sehingga orangtua memiliki pilihan yang lebih beragam. Namun di sisi lain hal ini menimbulkan tantangan tersendiri dalam menentukan sekolah terbaik di antara sekian banyak tawaran.
Para pakar perkembangan anak menuturkan, sekolah yang baik bukan diukur dari bangunan fisiknya saja tapi juga "kurikulumnya". Hendaknya sekolah tidak terlalu menekankan pada aspek kognitif saja tapi juga aspek lain seperti kecerdasan intelektual, emosi, sosial, serta psikomotorik anak.
Karena anak di usia dini masih memerlukan perkembangan motorik, sebaiknya pilih sekolah yang menyediakan fasilitas permainan yang sesuai dengan kebutuhan stimulasi anak.
Beruntung karena kini sekolah anak usia dini makin banyak sehingga orangtua memiliki pilihan yang lebih beragam. Namun di sisi lain hal ini menimbulkan tantangan tersendiri dalam menentukan sekolah terbaik di antara sekian banyak tawaran.
Para pakar perkembangan anak menuturkan, sekolah yang baik bukan diukur dari bangunan fisiknya saja tapi juga "kurikulumnya". Hendaknya sekolah tidak terlalu menekankan pada aspek kognitif saja tapi juga aspek lain seperti kecerdasan intelektual, emosi, sosial, serta psikomotorik anak.
Karena anak di usia dini masih memerlukan perkembangan motorik, sebaiknya pilih sekolah yang menyediakan fasilitas permainan yang sesuai dengan kebutuhan stimulasi anak.
Tapi jauh lebih penting dari itu adalah pendidikan Akidah dan akhlak banyak anak pintar banyak orang cerdas tapi besarnya korupsi, banyak orang pintar tapi akhlaknya jelek, banyak oarang ngaku pintar tapi gak takut ama Allah gak percaya kalo malaikat selalu mencatat perbuatannya.
Madarasah paling baik adalah Ibu dan Ayah - Penanaman Agama sejak dini akan membuat anak mempunyai bekal yang cukup untuk mengarungi hidup ini kelak.
Orang tua juga harus mencarikan lingkungan yang tepat mendekatkan anak dengan orang- orang sholeh agar tetap terbina dan terjaga akhlaknya .
Baik saja tidak cukup , pintar saja tidak cukup anak harus jadi anak yang sholehah yang selalu berbakti kepada orang tua , bangga akan identitasnya menjadi seorang anak muslim.
Ternyata Kaos bisa menjadi MEDIA PEMBELAJARAN yang efektif lhooo... Karena Kaos menerapkan
metode pembelajaran secara Visual (berupa tulisan,gambar&warna), jadi
kegunaan kaos yang dilekatkan (dipakai) oleh anak sehari-hari pun dapat
memberikan manfaat REPETITION
(Pengulangan).
Bayangkan, dengan menggunakan Kaos dengan Desain/tulisan
yang positif, anak dapat melihat berulang-ulang pesan pada kaos tersebut, dan
hal itu akan BERHASIL membawa informasi masuk keALAM bawah sadarnya,, dan Ini
dapat menjadi MEDIA PEMBELAJARAN yang DAHSYAT.
Minimal pembelian awal sebesar Rp.1.000.000 (nett, kurang lebih 30pcs).
Hub 081931194193 - 088216309433
mas rendra visual jogja - finalis PPKI (Pekan produk Kreatif Indonesia 2011)
most Youngest TDA Jogja Award 2010- komunitas tangan di atas Pengusaha Rindu Syariah
Langganan:
Entri (Atom)























