Minggu, 23 Januari 2011

MEMBUAT KAOS DISTRO

BAGAIMANA MEMBUAT KAOS DISTRO

http://www.six-green.com/
Setidaknya ini adalah proses sederhana bagaimana membuat sebuah kaos distro. Kelihatannya simpel, tapi perlu ketekunan karena memang membikin kaos distro tidak bisa sembarangan seperti bikin kaos pemilu.
1. Memilih Bahan
Untuk bahan,  saya sarankan Anda bikin dari cotton combed. Mengingat kaos distro kekuatannya selain ada di desain ada di kualitas bahan. Mengapa demikian, karena kaos distro lebih segmented. Umumnya orang yang punya duit dan educated yang beli. Jadi jangan main-main kalau cari bahan.
2. Pemotongan
Setelah bahan didapat, barulah dipotong sesuai dengan ukurannya,  bisa S, M atau L serta XL. Ini suka-suka saja. Jika ingin memulai, mulailah dari All Size dulu atau L diperbanyak. Selain itu, jangan bikin massal, bikin aja limited edition dan tentukan marketnya.
3. Design
Hmmm, ini bagian yang menarik. DESIGN. Ini perlu inspirasi dan pemahaman yang baik akan kebutuhan customer. Jika desainnya dapat memotret keinginan pasar, yakinlah berapapun produk akan ludes. Ada dua tools penting, pertama tentang seluk beluk desain, yang kedua alatnya. Kuasai Corel + Photoshop, boleh juga yang mau agak ribet masuk ke Adobe Illustrator. Saya sangat suka dengan Corel + Photoshop. Dua ini sudah cukup, yang paling penting adalah designnya. Ada 3 yang perlu didesain, logo, packaging dan gambar dikaosnya. Ketiganya sangat penting
4. Penyablonan
Sablon dapat dikelola sendiri atau dimakloon. Ada berbagai macam teknik sablon, mulai waterbase sampai yang gradasi. Pilih tukang sablon kaos yang berpengalaman.
5. Penjahitan
Setelah dilakukan sablon, baru dijahit.Cari penjahit yang berpengalaman menjahit kaos, biar kaos awet dan tidak robek jika digunakan gerak. Kualitas jahitan bisa dilihat dari kerapian dan kerapatan jahitan.
6. Packaging
Woww, sudah jadi deh kaosnya. Agar tampak cantik, bikinlah packaging yang ciamik, Packaging yang unik akan membantu pemasaran kaos.
Ok, semoga membantu kami yang mau masuk industri clothing. Jangan lupa, marketing, marketing dan marketing….
Sumber:  Revolta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar